Di Hari Kongzili

2

Oleh: Aiyuni Salis Utami Tanjung

 

Yu Xi dan Yu Wei adalah dua saudara kembar yang sangat antusias untuk menyambut Kongzili atau tahun baru Imlek 2018 Masehi. Seperti saat ini, mereka sedang bersih-bersih membantu orang tua mereka. Seperti mengecat ulang rumah, menghilangkan sarang laba-laba dan memperbaiki peralatan rumah.Mereka adalah anak yang suka bertanya dan ingin tahu.

“Bu, kenapa kita harus bersih-bersih rumah? Juga kenapa rumahnya harus dicat ulang? Kenapa ada lukisan dan puisi? Dan kenapa harus warna merah?” tanya Yu Xi beruntun pada Ibunya.

“Sayang, ini adalah tradisi untuk menyambut Imlek. Membersihkan rumah memiliki arti loh!” jawab Ibu sambil tersenyum.

“Arti?” tanya Yu Wei.

“Iya sayang, membersihkan rumah memiliki arti untuk membersihkan segala ketidakberuntungan dan nasib buruk dari rumahnya,” kata Ibu.

“Lalu, kenapa rumah kita dicat lagi?” tanya Yu Xi.

Ibu tersenyum dengan anaknya yang satu ini. Ia sangat ingin tahu sekali. Ibu memikirkan jawaban apa yang bagus untuk diberikan pada anaknya ini.

Hm… sayang, mengecat ulang rumah juga bagian dari bersih-bersih, supaya rumah kita tampak lebih segar dan bersih,” jawab Ibu.

“Oh, kalau lukisan dan puisi itu untuk apa Bu?” tanya Yu Wei.

“Itu untuk ditempelkan di dinding dan juga pintu,” jawab Ibu.

“Dan kenapa semuanya berwarna merah?” tanya Yu Xi.

Ibu memikirkan lagi jawaban apa yang bagus untuk diberitahukan kepada anaknya. Dan akhirnya ibu mengingat sebuah mitos legenda tentang Nian. Dan akhirnya, ibu menceritakan legenda itu pada anaknya.

“Sayang, kalau soal warna merah, itu punya cerita yang menjadikan semua orang percaya untuk memakai warna serba merah,” kata Ibu.

“Cerita apa Bu?” tanya Yu Xi.

“Nian,” kata Ibu.

“Nian itu apa?” tanya Yu Wei

“Menurut legenda, Nian itu adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan yang muncul di akhir musim dingin. Raksasa itu memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan juga gulungan kertas merah di jendela dan pintu,” cerita Ibu pada anaknya.

“Jadi, warna merah ini berguna untuk mengusir Nian ya Bu?” tanya Yu Xi.

“Anak pintar,” puji Ibu sambil mengelus kepala Yu Xi dengan lembut.

“Lalu, apa yang terjadi pada Nian?” tanya Yu Wei.

“Sejak saat itu, Nian tak pernah datang kembali,” kata Ibu.

“Kemana perginya Nian?” tanya Yu Xi.

“Nian ditangkap oleh Hong jun Laozu,” jawab Ibu.

“Hong jun Laozu itu siapa Bu?” tanya Yu Xi lagi. Sungguh, anak ini sangat ingin tahu.

“Dia adalah Dewa. Sudah, ayolanjutkan bersih-bersihnya.”

Mereka melanjutkan acara bersih-bersih mereka. Mereka jadi tidak sabar untuk melihat berbagai perayaan yang dilakukan saat Imlek tiba.

Share.

About Author

2 Komentar

Leave A Reply