Cinta Adalah Luka

0

Cinta adalah luka, semakin kau mencintai, maka kau telah bersiap untuk terluka. Semakin besar cintamu semakin besar pula luka yang harus kau terima. Dan benar, cinta itu menyakitkan.

Lalu Jika menyakitkan, kenapa kamu bertahan?

Karna memulai dari awal jugak tidak semudah yang saya fikirkan. Meski tertawa dan bahagia pada awalnya, lelaki tetaplah lelaki yang hanya mementingkan logikanya tanpa memikirkan perasaan orang lain. Tidak menutup kemungkinan itu kembali terjadi setelah aku memulai yang baru.

Jika itu adalah keputusannya, lalu kenapa masih tetap menagis?

Karna benar, ini sungguh-sungguh menyakitkan. Lihatlah seindah-indahnya mawah batangnya tetap berduri. Jika aku mengingikannya, yang perlu aku lakukan saat ingin memetik mawar adalah berhati-hati bukan pergi.

Setelah kamu merasakan luka itu lalu apa yang masih kamu harapkan?

Aku tak berharap apapun darinya, bersamanya atau tidak aku tetaplah seorang manusia tidak akan berubah bentuk menjadi monster. Aku hanya ingin berhenti perduli, berhenti memikirkan terlalu berlebihan, berhenti berupaya terlalu maksimal. Hati ku telah letih untuk terluka lagi.

Kenapa?

Karna semuanya tidak akan berarti apa-apa baginya. Jika pohon penguatnya adalah akar, apa dayaku yang hanya sebuah daun. Jika tak jatuh karna musim gugur, mungkin jatuh karna dipetik atau terpetik. Meski pun begitu, percayalah daun tidak akan pernah membenci rantingnya. Dia akan tumbuh kembali meski harus jatuh lagi.

Lalu jika pada suatu hari ada yang melamarmu namun bukan dia, apa yang akan kamu lakukan?

Menunggu, namun jika menungguku tak lagi di hargai. Maka akan ku terima lamaran yang ntah dari mana datangnya itu. Akan tiba masanya bertahanku telah usai, mungkin saja kami memang tidak berjodoh.

Jika dia ada di depan mu apa yang ingin kau katakan?

Kata kataku telah habis, kalimat-kalimat ku telah terbaca habis, maka biarkan waktu yang membuatnya menyadari meski bukan aku.

Share.

About Author

Leave A Reply